Crown official website_Baccarat Chinese_Live Casino Baccarat_Baccarat Probability

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Bet365

Semangat, Moms. KamAmerican gamblingAmerican gamblingu tak sendAmeAmerican gamblingrican gamblingirian!

Setiap hari selalu ada pergumulan batin. Makin kebat-kebit perasaan tiap nonton atau lihat berita, ada bayi yang terluka bahkan meninggal di tempat penitipan anak (tak berlisensi). Duh, jangan tanya rasa bersalahnya kayak gimana!

Dikira enak kerja sambil momong anak? 7/24 tanpa libur! / Credit photo: Globalnews via globalnews.ca

Nah, saat ibu bekerja penuh waktu di luar rumah, tak jarang anak terpaksa dititipkan di daycare, kepada pengasuh atau kakek neneknya. Nggak ada yang salah, sekali lagi semua kembali ke preferensi dan kondisi masing-masing orang tua. Meski terkesan ‘ah semua juga begitu kok, yang penting semua setuju dan mendukung’, toh tak bisa dimungkiri kadang terselip sederetan rasa bersalah yang dirasakan ibu bekerja. Apa saja nih contohnya?

Selama rasa sayangmu tak berkurang dan kamu yakin menitipkan si kecil di tangan yang tepat, sebenarnya kamu tak perlu berlarut-larut merasa bersalah. Selain bikin sedih dan stres berkepanjangan, juga tak ada faedahnya kan? Happy moms = happy family. Juggling mengurus rumah tangga sembari membangun karier cemerlang itu tak mudah lo! You’re doing great!

Ada laporan si kecil sudah bisa berjalan, bicara lancar, berlari kencang…hati terasa senang dan bangga. Tapi diam-diam, ada terselip kecewa, “Kenapa bukan aku yang pertama menyaksikannya juga?”.

Me time murah meriah, singkat namun berarti.

Duh, diam-diam rasanya merasa bersalah, kalau harus mengutamakan diri sendiri dulu.

Menjadi seorang ibu adalah kontrak seumur hidup. Selalu disuruh bersyukur, tapi yuk ingat juga kamu itu manusia biasa. Kadang bisa lelah, sedih dan marah juga. Bekerja adalah pilihan sulit, tapi tak kalah mulia kok dibanding para ibu yang memilih di rumah purnawaktu.

Lagi-lagi sedikit merasa bersalah. “Maaf, Mama ternyata butuh bengong doing nothing sejenak sepanjang perjalanan ke kantor dan bercanda receh pas ketemu teman-teman kerja. Maaf, Nak…”