Indonesia Lottery Official Version Download_Online Baccarat Casino_Sports platform betting

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Bet365

MBaccarat planeskBaccarat plani di antara temu dan pulanBaccarat plang ada air mata lagi yang kuhapus kenang atas peristiwa

Burung-burung kembali ke sarangnya

Upaya jadi sedih, meski ia menyimpan baik atas dirinya

Lagi aku yang mengalah

Aku kecewa dengan pertemuan yang tidak mengatasnamakan kita padahal ada banyak cerita yang ingin kubagi atas nama "kita" 

Padahal pada temu itu aku tak sama sekali membuat percakapan denganmu, bukan? 

Mungkin kamu yang sangat kamu pun demikian tanpa kita 

Tapi memang iya, aku menelan terima dengan lugas – mengikhlas 

Begitu binar renjana kita redup 

Menggenang tanpa bisa diteteskan cuma di hadapmu

Ada dinding-dinding pembatas tak kasat mata bernama kita

Aku jadi menemukan ilhamku tanpa kita 

Katanya: kita tak tahu diri  

Oh, nyatanya bisa 

Menerjang yang katanya segala hal padahal, baru diberi tahu Tuhan itu sama dengan setitik embun pada daun 

Supaya pekerjaan saling menolong dapat terlaksana dengan baik dan selalu siap 

Burung yang Kembali ke Sarang

Kita tanpa "Kita"

-memang kalau tentang ini

Tapi kamu yang sangat kamu maju-mundur tak henti 

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Aku yang disebut aku berhenti

Di matamu, aku perempuan kuat – masih seperti itu; iya? 

Ngeri, kita sama begidik 

Sedikit aku, sedikit kamu 

Kita maki-memaki 

Mereka telah penuh mengisi perut kosong bayi-bayi burung yang baru saja menetas 

Air mata membuat aliran yang deras dan membuatku mengantuk di atas bus yang bawaku pulang

Bumbu tanpa kita di antara kita ialah sadar keterbukaan dan keterbentukan tembok-tembok yang sedang terbangun mulai dari awal sebelum kita jadi jarang terlihat

Pasir pantai telah bersih di ujung-ujung kaki yang jua sedikit luka diantaranya terkena air asin

Air Mata di Jalan Pulang 

Sampai rumah 

Merusuh pikirku, ternyata katamu merusuh lebih padamu

Meski demikian, pada tiap detik kepakan kecil sayapnya 

Berebut tanpa ada perlu diperebutkan

Apa mungkin dinding bernama kita yang tak kasat mata itu roboh sehingga membiarkan aku dan kamu menanggung keberlanjutan? – tanya tanpa kita di ujung lorong keajaiban kita

Kamu berpikir aku akan cepat baik-baik saja, bukan? 

Seolah lihai dalam hal ini – alam yang sekarat menyerapahi lebih 

Langit yang cerah ialah keberuntungan yang mereka harap tiap sempat 

Kita lari-lari

Cinta jadi sedih juga, meski ia selalu menyertai, tak pergi hanya ikut waktu kita masih lari-lari 

Air mata cuma hiasan?

Sehingga hanya terungkap bahagia saat kembali ke sarang yang sengaja bebas mereka buat

Aku menyesal dengan temu yang kamu ingin tapi aku yang perbuat 

Tentu saja aku menangis! 

Mengatasi kerinduan dengan bertemu 

Sebuah jawaban yang tidak sepenuhnya benar

Mereka tak henti mengucap syukur atas segala hal yang diatur Tuhannya 

: batu telah terlempar dan tak akan bisa kembali

Lalu menjulangkan jari tengah sebagai perlakuan yang paling gampang dilakukan

Bagaimana bisa kupingku yang sedang sakit menyaksikan kamu pergi padahal tanpa mendengar? 

Aku pun mengharap kamu jadi 'baik' 

Kupastikan jari-jariku memberitahumu 

Di atas bus yang membawa langkah beratku setelah beri salam pisah lagi denganmu itu 

(Bus Ekonomi Jaya – Seperempat Jalan Menuju Pulang: Hanya Melihat Kekhawatiran di Ujung Temu Denganmu)

Aku dan kamu memastikan kita tak sempat lagi menanggung keberlanjutan – meski kala – kala – la : hilang bak tiupan geli angin