Ini Akibatnya J「Football early」ika Handuk Jarang Dicuci

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Bet365

FootbaFootball earlyll earlyFootball earlykarena Football earlyhanduk tidak Football earlyPernah benar-benar bebas kuman, namun jumlah bakteri dapat dibatasi dengan sering mencuci handuk.

Sebab, dalam studinya, ahli mikrobiologi di University of Arizona, AS Charles Gerba menyatakan, hampir 90 persen handuk mandi terkontaminasi bakteri coliform, yakni bakteri yang umum ditemukan pada kotoran manusia.

"Tubuh kita beradaptasi untuk dapat hidup di lingkungan seperti ini dengan dikelilingi mikroba," terang Martin.

Meskipun ada kemungkinan Anda tidak akan sakit karena bakteri yang ada di handuk, namun ada risiko penyakit jika Anda berbagi handuk dan misalnya memiliki luka, yang membuat bakteri dan mikroba dengan mudah masuk ke dalam tubuh.

Baca juga: Ide Membuat Gantungan Handuk di Kamar Mandi

Untuk mengusir bakteri dengan benar dari handuk, Gerba menyarankan Anda menggunakan deterjen dengan pemutih oksigen aktif. Sebab, deterjen biasa tidak akan membersihkan secara menyeluruh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Namun demikian, menurut Emily Martin, asisten profesor epidemologi di University of Michigan School of Public Health menyatakan, sebagian besar bakteri tersebut tidak akan berbahaya, sebab berasal dari tubuh manusia.

Baca juga: Handuk Harus Dicuci Seminggu 2 Kali, Ini Sebabnya

Menurut Gerba, handuk sebaiknya dicuci setelah digunakan selama dua hari. Ini khususnya jika ada anak-anak di dalam rumah.

Sebelumnya, Gerba pun mempublikasikan riset terkait korelasi antara adanya bakeri pada handuk cuci tangan di dapur dan seberapa sering handuk itu dicuci.

JAKARTA, KOMPAS.com - Jika Anda berpikir handuk yang biasa dipakai mandi dalam keadaan selalu bersih, tampaknya Anda harus berpikir ulang.

Handuk memerangkap bakteri dari permukaan kulit manusia. Pun bakteri tersebut mudah berkembang di handuk karena lembab, hangat, dan berada di ruangan kamar mandi yang gelap.

Dilansir dari Men's Health, Sabtu (5/12/2020), Gerba juga menemukan bahwa 14 persen handuk mandi mengandung bakteri E.coli.