Deforestasi Menyebabkan Serangga Kehilangan Sayap, Kok Bisa? Halaman「Online gambling is illegal」 2

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Bet365

POnline gambling is illegalembaOnlOnline gambling is illegaline gambling is illegalkaran hutan mulai terjadi setelah kedatangan suku Maori sekitar tahun 1200 M.

Sekarang lebih dari 40 persen hutan yang pernah menutupi South Island ini telah berubah menjadi padang rumput dan semak pakis.

Hilangnya hutan menurut peneliti telah mengubah cara angin bertiup yang pada akhirnya memengaruhi kemampuan lalat untuk terbang.

Tim peneliti khawatir bahwa tanpa sayap, lalat batu tak bisa mencari pasangan di wilayah yang lebih luas.

Baca juga: Khawatirkan Kiamat Serangga, Ini Langkah Ahli untuk Selamatkan Populasi

Studi dampak deforestasi terhadap kemampuan terbang serangga ini telah dipublikasikan di Biology Letters.

"Kemungkinan deforestasi yang meluas telah meningkatkan proporsi garis keturunan yang tak bisa terbang di wilayah yang luas di selatan Selandia Baru," tulis peneliti dalam studi mereka.

Baca juga: Perilaku Unik Serangga, Capung Betina Pura-pura Mati Hindari Jantan

Ini mungkin dapat berdampak pada kesehatan spesies dalam jangka panjang serta risiko kepunahan serangga. Padahal mereka jelas merupakan pelengkap yang sangat berguna.

Meski memang mungkin ada faktor selain angin, seperti habitat dan suhu, tetapi peneliti berpendapat hembusan angin yang memainkan peran utamanya.

Kita sudah melihat dampak evolusionernya terhadap satwa liar setempat. Lalat batu yang tak bisa terbang kemungkinan hanyalah puncak gunung es.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email