10「betvictor China」 Mitos tentang Virus Corona Penyebab Covid

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Bet365

KOMPAS.com – Kbetvictbetvictor Chinaor Chinbetvictor Chinbetvictor Chinaaaasus virus corona secara global betvictor Chinamasih terus menunjukkan peningkatan kendati telah berlangsung hampir 11 bulan.

Menganggap Covid-19 sebagai sekedar flu buruk merupakan pernyataan yang kurang bijak.

Jumlah tersebut lebih banyak daripada kasus influenza.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Baca juga: Bagaimana Vaksin Flu dapat Membantu Melawan Covid-19?

Muncul sejumlah anggapan di berbagai kalangan masyarakat bahwa jumlah kematian akibat virus corona hanya dibesar-besarkan saja.

Ilustrasi flu, sakit flu

Berikut ini sejumlah mitos dan anggapan seputar virus corona penyebab Covid-19 yang banyak beredar:

Beragam informasi dan mitos terkait virus corona penyebab penyakit Covid-19 pun terus bermunculan di tengah masyarakat, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Hingga Sabtu (24/10/2020), jumlah kasus virus corona di seluruh dunia menurut Worldometers mencapai 42.488.366 kasus, 1.149.224 orang meninggal dan 31.423.798 orang sembuh.

Mereka menyebut peristiwa virus corona ini memang berkembang pesat.

Gejala sisa itu seperti masalah pernapasan yang biasanya tak ditemukan dalam kasus flu musiman.

Di mana menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) memperkirakan bahwa ada 12.000-61.000 kematian terkait influenza setiap tahun sejak 2010.

Selain itu meskipun influenza sendiri bisa mematikan namun flu musiman umumnya tidak memiliki tingkat rawat inap yang tinggi sebagaimana Covid-19.

Baca juga: Ramai Tagar Indonesia Terserah, Apakah Tenaga Medis Menyerah?

Namun mengutip Medical NewsToday, para ahli mengingatkan, faktanya penyakit Covid-19 telah membunuh lebih dari 218.000 orang dalam 8 bulan pertama 2020 di AS.

Selain itu menurut para ahli, saat seseorang sembuh dari Covid-19, banyak laporan mengenai gejala sisa dari serangan penyakit tersebut.

Adanya dampak yang terjadi secara global ini kemudian membuat sulit diterima akal sehat saat mencoba menghitungnya secara statistik terkait tingkat kasus, angka rawat inap dan tingkat kematian saat jumlah mencapai jutaan.

Namun meski penyakit ini mungkin memang secara parah menyerang komunitas tertentu yang paling rentan, para ahli mengingatkan untuk tidak menyepelekan, karena semua orang bisa terkena baik orangtua, muda kaya dan miskin.

Baca juga: 32 Daerah di Indonesia Berstatus Zona Merah Covid-19, Mana Saja?

Pasalnya sudah banyak jumlah korban sampai sejauh ini.

Baca juga: Gadis Berusia 14 Tahun Dapat Ratusan Juta Usai Temukan Terapi Penyembuhan Covid-19